Roqiyul Maarif Syam

PhD Candidate in Law, A Moderate Moslem, and a Social Activist

Tentang Roqiyul

Saya adalah peneliti doktoral di bidang hukum yang berfokus pada kajian konstitusionalisme, ekonomi politik, dan dinamika sosial, dengan perhatian khusus pada Indonesia dan Global South.

Di luar dunia akademik, saya aktif dalam kehidupan keagamaan dan sosial. Saya berafiliasi dengan Nahdlatul Ulama dan turut berkontribusi dalam kegiatan di Majelis Ulama Indonesia. Selain itu, saya juga mengajar di Pondok Pesantren Al-Ihya' Kota Cirebon, berinteraksi dengan para santri dalam kajian keislaman dan isu-isu kontemporer.

Saya berupaya menjembatani antara kajian akademik dan realitas sosial—menghubungkan hukum, agama, dan masyarakat secara bermakna dan transformatif.

Profil Singkat

Saya aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan kemasyarakatan melalui Nahdlatul Ulama serta menjadi bagian dari Majelis Ulama Indonesia di tingkat Kota Cirebon. Selain itu, saya juga terlibat dalam Lembaga Pentashih Buku dan Konten Islam MUI Pusat, yang berfokus pada pengkajian dan validasi konten serta literatur keislaman.

Di bidang pendidikan, saya mengajar di Pondok Pesantren Al-Ihya' Kota Cirebon, berinteraksi langsung dengan para santri dalam kajian keislaman dan isu-isu kontemporer, serta menjembatani antara tradisi keilmuan klasik dan realitas modern.

Saat ini, saya sedang menempuh studi doktoral di bidang hukum di Kent Law School. Penelitian saya berfokus pada relasi antara konstitusionalisme, tata kelola neoliberal, dan transformasi sosial-ekonomi, khususnya dalam konteks Indonesia dan Global South.

Saya berupaya menjembatani antara ilmu keislaman, kajian akademik, dan realitas sosial secara bermakna dan transformatif.

Karya Unggulan

Menelusuri fenomena yang menimpa etnis Rohingya akan melahirkan refleksi mengenai pemenuhan HAM universal dan perspektif Islam. Buku ini, hadir sebagai pemantik untuk menyalakan komitmen pada pengembangan pemikiran-pemi-kiran hukum dan politik yang mengedepankan nilai-nilai kemanusiaan, kesetaraan, dan anti terhadap segala bentuk dikriminasi etnis, ras, agama, bahasa, budaya maupun identitas lainnya.